Mengenai Saya

Selasa, 01 Mei 2012

PENGOLAHAN CITRA - TUGAS V

REACPAPER (WORKSHOP)


Nama : YULIANA
NPM  : 0609U105



1. Reactivision
            Reactivision merupakan sebuah Open source Cross-Platform komputer dengan Framework untuk melakukan pelacakan penanda Fiducial yang dipasang pada benda, serta untuk pelacakan multi touch. Bahkan, reactivision dirancang sebagai toolkit pengembangan Tangible User Interfaces (TUI) dan Permukaan Interaktif Multi-Touch. Framework ini dikembangkan oleh Martin Kaltenbrunner dan Ross Bencina di Music Technology Group, Universitas Pompeu Fabra Barcelona Spanyol. Reactivision dirancang sebagai Komponen sensor yang mendasari ReacPaper.
           ReacPaper adalah instrumen musik elektronik dengan menggunakan kertas. Kertas sebagai Fiducials Markers yang akan dipetakan kedalam Software Midi Editing dan Sequencers seperti Reason, Logic Pro, Cubase dan lain-lain.

2. Perlengkapan Hardware
Ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan untuk pembuatan ReacPaper ini diantaranya:
a. Laptop atau PC
b. Camera DV atau Webcam

  


 c. Fiducial Markers
              Fiducial marker adalah sebuah penanda yang didalamnya terdiri dari kumpulan titik acuan untuk memudahkan komputasi dari pengukuran parameter-parameter yang dibutuhkan dalam pengolahan citra.
d. Audio Output

e. Meja dan Lampu Belajar (Opsi)

3. Perlengkapan Software
Setelah perlengkapan hardware sudah siap, maka siapkan software sebagai berikut:
     a.) ReacTIVision 1.4 (mac, Windows, Linux)
     b.) Midi Yoke NT (Windows)
     c.) Midi Editor Sequencers

4. Instalasi Reactivision
Berikut langkah-langkah Instalasi Reactivision :
a. Masuk website http://reactivision.sourceforge.net/ lalu download software ReactiVision 1.4
b. Ekstrak File ReactiVision


 c. Buka folder midi, Cut and Paste / Move File “demo.xml” ke folder reacTIVision-1.4


d. Buka file reacTIVision.xml dengan aplikasi editor seperti Textpad atau Notepad++ (windows), Unitron (mac). dan edit Midi Config sesuai tempat direktori file “demo.xml” seperti contoh berikut:
<tuio host="127.0.0.1" port="3333" />
<midi config="midi_demo.xml" />
<camera config="camera.xml" />
<finger size="0" sensitivity="100" />
<image display="dest" equalize="false" gradient="32" />
<fiducial engine="amoeba" tree="default"/>
<calibration file="default.grid" invert="xa" />
Menjadi
<tuio host="127.0.0.1" port="3333" />
<midi config="/Volumes/DATA HD/Reactivision/reacTIVision-1.4/demo.xml"/>
<camera config="camera.xml" />
<finger size="0" sensitivity="100" />
<image display="dest" equalize="false" gradient="32" />
<fiducial engine="amoeba" tree="default"/>
<calibration file="default.grid" invert="xa" />
lalu Save.

e. Untuk Pengguna Windows, buka website http://www.midiox.com/ untuk
download MIDI YOKE NT.
  •  Lalu install dan restart laptop.
f. Untuk Pengguna Mac, Buka Applications -> Utilities -> Audio MIDI Setup
  • Pada tab MIDI device, buka IAC driver.

  •  Masukkan name driver menjadi ReactiVision dan centang device is online.
g. Sekarang buka ReactiVision.exe atau ReactiVision.app


5. Setting Input MIDI pada Reason
Berikut langkah-langkah Setting Input Midi pada Reason :
a. Buka aplikasi ReactiVision dan Reason yang sudah diinstal.

b. Pada aplikasi Reason dengan File Demo Song, klik Edit -> Preferences(Windows) | klik Reason -> Preferences (Mac).

c. Pada General pilih Keyboards and Control Surfaces.


d. Klik add, pilih manufacture: other
Model : MIDI Control Surface
Name : Reactivision

  
e. Klik find untuk mencari MIDI Input dan tunjukkan Fiducial markers ke webcam atau kamera.

6. Pemetaan Fiducial Markers pada Reason

Berikut langkah-langkah memetakan Fiducial Markers pada Reason. Secara Umum semua Tombol pada Reason dapat dipetakan, ini contoh bagaimana memetakan tombol volume kedalam Fiducial Markers:
a. Pada Menu klik File -> New


b. Pada menu klik Create - Dr. Octo Rex Loop Player


c. Klik kanan pada Amp Envelope A dan Pilih “Edit Remote Override Mapping.

d. Pada Control Surface, pilih Other MIDI Control Surface atau ReactiVision sesuai nama pada saat MIDI Devices, lalu tunjukkan Fiducial Markers yang akan di-mapping seperti berikut:
Jika sudah terdeteksi, klik ok dan sudah bisa digunakan mengubahvolume dengan menggunakan keretas melalui sensor kamera.

7. Kendala
a. Kualitas webcam akan mempengaruhi kecepatan deteksi fiducial marker terhadap ReacPaper, juga untuk membeli kamera yang baik terbilang mahal.
b. Pada Windows OS masih terdapat bug, yaitu sedikit lebih sulit mendeteksi Fuducial Markers pada Reason.
c. Pengoperasian aplikasi Reason yang terbilang sulit untuk orang awam.

Demikian yang telah dibahas dalam Workshop REACPAPER...
Semoga ulasan materi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.. :))

Referensi : modul reacpaper

Selasa, 17 April 2012

PENGOLAHAN CITRA - TUGAS 1V

PEMROSESAN CITRA SECARA MORFOLOGI 

Operasi morfologi adalah teknik pengolahan citra yang didasarkan pada bentuk segmen atau region dalam citra. Karena difokuskan pada bentuk obyek, maka operasi ini biasanya diterapkan pada citra biner. Biasanya segmen tadi didasarkan pada obyek yang menjadi perhatian. Segmentasi dilakukan dengan membedakan antara obyek dan latar, antara lain dengan memanfaatkan operasi pengambangan yang mengubah citra warna dan skala keabuan menjadi citra biner.

Perbedaan antara pemrosesan citra secara morfologis dengan pemrosesan biasa (yang telah dipelajari) adalah :
  • Dulu sebuah citra dipandang sebagai suatu fungsi intensitas terhadap posisi (x,y). Dengan pendekatan morfologi, suatu citra dipandang sebagai himpunan. 
  • Pemrosesan citra secara morfologi biasanya dilakukan terhadap citra biner. Tidak menutup kemungkinan dilakukan terhadap citra dengan skala keabuan 0-255.  
Yang sekarang akan kita bahas adalah pemrosesan morfologi terhadap biner.
1. Set Citra dan Operasi :  





2. Translasi dan Refleksi :


 3. Tipe Logika Dasar 
 









Berikut contoh :
note : 
1 = hitam
0 = putih

Contoh citra masukan :
S = {(0,0),(0,1),(1,0)}
A = {(0,0),(0,1),(0,2),

(1,0),(1,1),(1,2),

(2,0),(2,1),(2,2)}
  
Objek S dan A dapat direpresentasikan dalam bentuk himpunan dari posisi –posisi (x,y) yang bernilai 1 (1 = berwarna, 0 = putih)


 4. Beberapa Operasi Umum Morfologi :

Hasil operasi morfologi dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan dengan analisis lebih lanjut. Operasi ini antara lain meliputi : pencarian batas/kontur, dilasi, erosi, penutupan (closing), pembukaan (opening), pengisian (filling), pelabelan, dan pengerangkaan (skeletonization).
1)  Pencarian Batas/Kontur :
Operasi ini digunakan untuk menentukan batas/kontur dari segmen obyek.
2)  Dilasi :
Operasi dilasi dilakukan untuk memperbesar ukuran segmen obyek dengan menambah lapisan di sekeliling obyek.
3)  Erosi : 
Operasi erosi adalah kebalikan dari operasi dilasi. Pada operasi ini, ukuran obyek diperkecil dengan mengikis sekeliling obyek.
4)  Penutupan(Closing) : 
Operasi penutupan adalah kombinasi antara operasi dilasi dan erosi yang dilakukan secara berurutan. Citra asli didilasi terlebih dahulu, kemudian hasilnya dierosi.
5)  Pembukaan(Openig) : 
Operasi pembukaan juga merupakan kombinasi antara operasi erosi dan dilasi yang dilakukan secara berurutan, tetapi citra asli dierosi terlebih dahulu baru kemudian hasilnya didilasi.
6)  Pengisian(Filling) : 
Pada operasi ini, citra masukan adalah citra batas/kontur, kemudian dilakukan pengisian sehingga diperoleh segmen obyek yang pejal/solid.
7)  Pengerangkaan(Skeletonization) :
Pengerangkaan adalah suatu proses pengikisan sebuah obyek sebanyak mungkin dengan tetap mempertahankan bentuk umum dari polanya. Dengan kata lain, setalah sebagian besar titik pada obyek tersebut dihilangkan, maka pola dari obyek tersebut harus tetap dapat dikenali. 
Pola yang tertinggal ini disebut sebagai kerangka (skeleton), di mana sifat-sifatnya adalah:
    a)  Ketipisan : kerangka objek berukuran setipis mungkin (1 atau 2 titik).
   b)  Konektivitas: kerangka dari suatu obyek terhubung satu sama lain sesuai dengan topologi pola aslinya.
   c)  Posisi: letak kerangka berada tepat di tengah obyek.
   d)  Stabilitas: setelah suatu bagian kerangka diperoleh, maka bagian tersebut tidak akan terkikis lagi oleh operasi pengikisan berikutnya.
1.) DILASI 
 
Dilasi merupakan proses penggabungan titik-titik latar (0) menjadi bagian dari objek (1), berdasarkan structuring element S yang digunakan.

 





Cara dilasi adalah:
-   Untuk setiap titik pada A, lakukan hal berikut:
-   letakkan titik poros S pada titik A tersebut
-   beri angka 1 untuk semua titik (x,y) yang terkena / tertimpa oleh struktur S pada posisi tersebut
Contoh dilasi :

S = {(0,0),(0,1),(1,0)}
   = {poros,(+0,+1),(+1,+0)}
A = {(0,0),(0,1),(0,2), (1,0),(1,1),(1,2), (2,0),(2,1),(2,2)}

  contoh Dilasi :
2. Erosi
      Erosi merupakan proses penghapusan titik-titik objek (1) menjadi bagian dari latar (0), berdasarkan structuring element  S  yang digunakan.
Cara erosi adalah:
- Untuk setiap titik pada A, lakukan hal berikut:
- letakkan titik poros S pada titik A tersebut
- jika ada bagian dari S yang berada di luar A,  maka titik poros dihapus / dijadikan latar.
Contoh erosi :
S   = {(0,0),(0,1),(1,0)}


A  = {(0,0),(0,1),(0,2),
  (1,0),(1,1),(1,2),(2,0),(2,1),(2,2)


 contoh erosi :

3. Opening
  Opening adalah proses erosi yang diikuti dengan dilasi. Efek yang dihasilkan adalah menghilangnya
objek-objek kecil dan kurus, memecah objek pada titik-titik yang kurus, dan secara umum
men-smooth-kan batas dari objek besar tanpa mengubah area objek secara signifikan.
Contoh Opening :



 S
4. Closing
  Closing adalah proses dilasi yang diikuti dengan erosi.
Efek yang dihasilkan adalah mengisi lubang kecil pada objek, menggabungkan objek-objek yang
berdekatan, dan secara umum men-smooth-kan batas dari objek besar tanpa mengubah area objek
secara signifikan

Contoh Closing :





A
S








(
A
S
)
S

 S
Contoh Opening dan Closing :
OPENING


 CLOSING


 Contoh Aplikasinya :


5. Hit-or-Miss transform
  Suatu structuring element S dapat direpresentasikan dalam bentuk (S1,S2) dimana S1 adalah kumpulan titik-titik objek (hitam) dan S2 adalah kumpulan titik-titik latar (putih) Hit-or-miss transform.
Contoh:
S1= {b,e,h}
S2={a,d,g,c,f,i}


 
Hit-and-misss transform A*S adalah kumpulan titik-titik dimana S1 menemukan match di A dan pada saat yang bersamaan S2 juga menemukan match di luar A.
Varian dari erosi dan dilasi
  • Shrinking : Erosi yang dimodifikasi sehingga piksel single tidak boleh dihapus. Hal ini berguna jika jumlah objek tidak boleh berubah
  • Thinning: Erosi yang dimodifikasi sehingga tidak boleh ada objek yang terpecah. Hasilnya adalah berupa garis yang menunjukkan topologi objek semula.
  •  Thickening, skeletonizing, pruning, dll 
  • Thinning 
  1. Tujuan: me-remove piksel tertentu pada objek sehingga tebal objek tersebut menjadi hanya satu piksel.
  2. Thinning tidak boleh:
    - Menghilangkan end-point
    - Memutus koneksi yang ada
    - Mengakibatkan excessive erosi
  3. Salah satu kegunaan thinning adalah pada proses pengenalan karakter/huruf
  4. Ada banyak cara mengimplementasikan thinning, salah satu diantaranya adalah dengan hit-or-miss transform.
  5. Thinning dapat didefinisikan sebagai:
    Thinning(A,{B}) = A – (A * {B})
                              = A – ((...(A*B1)*B2)..Bn)
    Dengan B1, B2, B3..Bn adalah
    Structuring element.
    Note:
    A-(A*B) berarti kebalikan dari A*B
    à Yang match dihapus
    à Yang tidak match dipertahankan